Kamis, 21 Januari 2016

Untukmu

Boleh aku sedikit bercerita, Kawan?
Baiklah, langsung saja aku mulai.
Kawan, kamu tahu apa yang lebih menyakitkan dari sekadar patah hati bagiku?
Jika tidak, mendekatlah, Kawan. Maka akan aku tunjukkan padamu. Bahwa yang lebih menyakitkan dari sekadar patah hati adalah sebuah pengkhianatan seorang sahabat. Ah ya, mungkin bagimu aku terlalu mendramatisir.

Tapi, percayalah. Seorang sahabat yang memang mencintaimu karena-Nya, tak akan sedikitpun mengumpat di belakangmu, tak akan mencela ketika kita tak bersamanya, dan yang pasti tak akan memutar balikkan fakta agar ia terlihat baik di depan orang lain.

Seorang sahabat yang ikhlas mencintaimu akan selalu mengutarakan rasa ketidak nyamanannya denganmu secara langsung. Tanpa sedikitpun berbuat kebohongan dengan berpura-pura cinta padamu. Tanpa sedikitpun ia mengatakan kebohongan pada orang lain.

Ah, entahlah, Kawan. Mungkin inilah sebuah warna kehidupan. Akan selalu ada hitam dan putih. Akan selalu ada kebaikan dan keburukan. Semoga, kamu tak seperti yang aku sebutkan, Kawan. Percayalah, ikhlas itu seperti surah Al-Ikhlas, yang tak ada kata ikhlas di dalamnya. Ikhlas tak terlihat, tak tergambarkan. Ia hanya terasa didalam hati.

Teruntuk kamu yang sedang berbangga dengan segala kebohongan.
Dari aku yang terpekur di ruang sunyi.

Jakarta, ketika mendung menggelayuti dan gerimis mulai berjatuhan.
Jum'at, 22 Januari 2016
@wayan_ayoe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar