Selamat siang, Kawan. Sepertinya kali ini sang surya menunjukkan kuasanya lagi, ya. Ku harap sore nanti senja juga muncul menampakkan dirinya. Menunjukkan bahwa ia dalam keadaan baik. Seperti yang ku harapkan. Kawan, terima kasih, kamu selalu bersedia berada disini, di sisiku. Meminjamkan bahumu untuk menopang sedihku yang bahkan mampu membuatku psikosomatis. Oh iya, kamu sudah siapkan hatimu bukan? Untuk apa? Untuk mendengar ceritaku (lagi), Kawan. Biar ku siapkan secangkir kopi untukku, juga cokelat untukmu. Mengapa cokelat? Baiklah, biar ku jelaskan. Ku seduhkan cokelat untukmu, agar kamu tak ikut serta menikmati rasa pahit ini, Kawan. Agar kamu tak ikut limbung merasakan peliknya hidup.
Terkadang, hidup memang keras ya, Kawan. Bagaimana tidak? Diluar sana banyak persaingan yang sering terjadi. Bahkan tak jarang hingga menyakiti satu sama lain. Ah, ku harap kamu tak mengalaminya, Kawan. Akhir-akhir ini banyak hal yang mengejutkanku. Ada yang datang tiba-tiba meminta solusi untuk masalah rumah tangganya. Yang bahkan aku tak mengerti harus memberi solusi seperti apa. Meski aku tahu betapa sulit berada di posisinya. Dan bahkan aku pernah mengalaminya sebagai korban atas rapuhnya sebuah pondasi rumah tangga. Adapula yang tiba-tiba datang meminta solusi atas percintaannya. Sedang, kamu tahu sendiri, Kawan. Masalah percintaanku saja aku tak mampu mengatasinya. Hahaha
Rasanya Dia selalu menghadirkan banyak kejutan dalam setiap perjalananku hingga di titik ini. Yah, setidaknya dengan hal-hal itu membuatku makin kuat juga makin siap menghadapi keadaan yang nantinya bisa saja ku alami. Bukankah begitu, Kawan? Terkadang aku menganggap hidup ini lucu. Bagaimana tidak? Kadang hal yang justru tak kita harapkan malah datang menghampiri kita. Merusak mimpi yang pernah kita rangkai. Juga mematahkan harapan yang pernah ada. Tapi, akan selalu ada hikmah didalamnya. Bukankah selalu butuh hujan untuk menghadirkan pelangi. Begitukan, Kawan?
Baiklah, sepertinya kita sudah terlalu lama duduk dan berbincang. Kamu boleh pulang sekarang. Dan kembali (lagi) esok jika kamu mau. Dan hatimu siap (pastinya). Terima kasih, kamu selalu sudi untuk menjadi pendengar yang baik, Kawan.
Semarang
(Selasa, 01 Desember 2015 || 13:00)
Gradasi Rasa