Hai, Sayang, Selamat pagi. Apa kabar pagimu hari ini? Aku harap Allah senantiasa menjagamu di sana, Sayang. Kamu tahu aku di sini terluka, Sayang. Bukan, bukan karenamu. Percayalah, ini karena aku sendiri yang mematahkannya.
Ah benar, aku sendiri yang melakukan hal bodoh itu. Kamu bilang ingin mengajakku kembali ke rumah (kita). Aku mau, Sayang. Tapi, kumohon beri aku waktu. Sebentar saja. Ada hati yang perlu untuk aku obati. Ada luka yang perlu aku tutup. Lagi (dan lagi) ini karena aku (sendiri) yang melukainya.
Sayang, percayalah, aku tak akan menyerah. Karena menyerah bukanlah sebuah pilihan, Sayang. Bukankah kita satu kesatuan? Seperti katamu, bukan? Bahwa banyak perbedaan dalam diri kita yang malah menyatukan.
•••
Teruntuk kamu yang sedang terluka karenaku.
Dari aku yang merasa telah melukaimu.
Jakarta, ketika rasa bersalah mulai menyelimuti hingga mendekap erat.
Kamis, 21 Januari 2016
@wayan_ayoe
#gradasirasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar