Sering kali kita mendengar atau malah kita sendiri yang mengkritik kinerja pemerintahan, seolah pemerintah sekarang itu banyak melakukan kejahatan atau mendzolimi dan gak layak memimpin banyak orang. Kita seakan menjadi hakim dan selalu benar. Padahal kita sendiri belum tentu mampu memimpin banyak orang. Bisa jadi kita sendiri melakukan kejahatan itu tanpa disadari tapi malah sering lempar batu sembunyi tangan.
Pasti pada bingung kan kita jahatnya dimana? Kejahatan apa?
Oke kali ini saya uraikan maksud kejahatan disini. Contohnya nih kita mengkritik pemerintah yang gak becus ngurus semua rakyatnya. Nah kita sering melihat orang menerobos lampu merah entah dia buta warna atau mungkin emang sengaja, bahkan tanpa disadari kita sendiri sengaja nerobos dengan alasan biar cepet, atau mungkin lagi buru-buru. Padahal nih kalo dipikir pakek logika itu sama aja dengan korupsi loh!
"Kok bisa?"
Ya bisa lah, wong udah ngambil hak orang lain. Seharusnya orang lain yang jalan tapi malah kita nerobos buat bisa jalan.
"Ih, tapi kan cuma hal kecil"
Come on guys semua kejahatan itu berawal dari hal kecil.
Bapak saya bilang "Kebohongan yang tadinya kecil itu akan berubah jadi besar jika dibiasakan".
Sebabnya karena terbiasa, yah contohnya itu tadi kita biasa berbuat hal-hal yang melanggar norma.
Padahal kita tahu akibatnya itu tuh gak cuma terjadi pada diri kita sendiri tapi ke orang banyak.
Contoh lagi nih "Perihal Buang Sampah Sembarangan"
Kita se-enaknya buang sampah di sembarang tempat, giliran sampah numpuk trus banjir, lagi-lagi nyalahin pemerintah yang gak becus ngurusin drainase. Padahal kita sendiri yang bikin semuanya runyam.
Trus ada lagi nih, kasus kayak gini. Ada oknum buang sampah pas lagi di jalan trus dari dalem mobil dilempar keluar, abis itu nutupin wajah pengendara motor atau bahkan pengendara sepeda. Yang ada bisa nabrak kan? Trus gimana? Pasti jenengen yang ngebuang berdalih gak ada tempat sampah.
Hadeeh, lagi-lagi alasan. Padahal kalo kita pandai itu sampah bisa simpen dulu di dalam saku, kalo gak ada saku di simpen di tas kalo udah nemu tempat sampah baru lah di buang di tempat sampah.
Kadang saya juga mikir, apa gak capek selalu nyalahin orang lain tanpa instropeksi diri?
Ayolah jangan jadi rakyat yang selalu menyalahkan pemerintah, lha wong rakyat Indonesia itu jumlahnya buaaaanyak banget. Sedangkan pemerintahnya bisa di itung jari kali ya. Pasti kelimpungan lah, apalagi rakyatnya banyak yang "Se-enak'e dewe" dan gak banyak yang punya rasa sadar diri.
Cobalah jadi rakyat yang cerdas dengan mengikuti aturan yang telah ditentukan, tanpa kita selalu menyalahkan pemerintah. Saya juga pernah baca di artikel kalo sosok pemimpin itu cerminan rakyatnya. Kalo rakyatnya suka korupsi ya pemimpinnya pasti korupsi juga kan.
Allah berfirman dalam surat An-Nisaa:59:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوااللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِيالْأَمْرِ مِنْكُمْ“
Hai orang-orang yang beriman taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada rasul dan ulil amri kalian.”
Rasulullah juga bersabda :
,مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ عَلَيْهِ ، فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ ، إِلاَّ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً
“Barang siapa yang melihat pada pemimpinnya suatu perkara ( yang dia benci ), maka hendaknya dia bersabar, karena sesungguhnya barangsiapa yang memisahkan diri dari jama’ah satu jengkal saja kemudian dia mati,maka diamati dalam keadaan jahiliyyah.”(HR. Bukhari)
Tuh kan, udah di jelaskan sama Rosulullah,
So, please be smart civilians dan jangan nilai seseorang dari sisi buruknya. Mungkin kita hanya mampu melihat dari jarak jauh. Tapi setidaknya kita berusahalah untuk berfikir positif, mungkin pemimpin kita sedang memperjuangkan yang terbaik untuk kita. Kita mah khusnudzon aja pokoknya jangan lupa mendoakan juga. Trus jangan lupa juga kita wajib buat sadar diri guys^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar