Malam ini bersama gerimis di luar jendela. Aku merenungi inginku, tujuanku. Iya, untuk apa aku berjalan? Untuk siapa? Apa yang aku cari?
Lantas, apa pula yang telah aku lakukan selama ini? Kemana saja langkahku mengarah? Juga hatiku, rasaku. Entah sudah sejauh mana ia berjalan, menuju tujuan yang nyatanya belum menjadi pasti.
Ah, sepertinya bukan belum pasti. Hanya saja masih ada ragu dalam hati. Tapi, bukankah tujuanku satu? Mencari jalan menuju-Nya. Mengharap cinta juga ridho-Nya. Meski akan ada banyak persimpangan di depan sana. Meski, akan ada badai yang berkali-kali menghantam. Juga akan ada hati yang di uji.
Iya, ujian terhadap hati memang seringkali seperti pusaran tanpa tepi. Seperti rumah tanpa pintu dan jendela. Namun, bagaimanapun kita tidak boleh rapuh apalagi sampai lupa caranya berdiri. Bersama-Nya semua yang tak mungkin bisa menjadi mungkin. Tanpa terkecuali.
Semarang & Bandung
(Selasa, 01 Desember 2015 || 23:05)
Magenta Senja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar