Kamis, 17 Desember 2015

Patah

Hambar? Sepertinya memang itu yang kurasa. Entah mengapa tiba-tiba rasa yang ada kini berubah menjadi hambar. Hampir tak ada lagi harapan yang kutanam untuknya. Mungkin karena aku mulai lelah, juga jengah. Aku lelah ternyata dia bahkan tak melihat diriku ada. Tapi, aku ingin sedikit saja dianggap ada. Meski nyatanya dirinya tak pernah melihat aku ada. Aku patah. Patah, berkeping-keping. Hancur lebur tak lagi berbentuk. Lagi-lagi aku tak mampu menangis dan tak akan menangis hanya karena perasaan. Baiklah, perlahan kuletakkan rasaku untuk dirinya. Akan kusimpan rapi dalam kotak pandora. Agar rasa ini terjaga aman. Dan tak seorangpun tahu, kecuali Dia Sang Pemilik Hati. Toh, jika memang dia yang ditakdirkan untuk bersamaku kita akan saling bertemu tanpa sibuk merusak semua skenario dari-Nya.

Jakarta, 17 Desember 2015
Wayan Ayu. W

Tidak ada komentar:

Posting Komentar