Jumat, 06 Mei 2016

Jika Aku Menjadi Menteri Pendidikan

Senin lalu tepatnya tanggal 2 Mei 2016 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional aku berkesempatan mengikutin Kelas Inspirasi dari Indonesia Mengajar. Sebagai inspirator yang menginspirasi anak-anak tentang mimpinya. Ketika pertama kalinya aku survei ke sekolah mereka, aku benar-benar kaget. Ternyata di tengah kepadatan kota Jakarta masih ada sekolah marginal seperti ini. Sekolah yang di dalam bangunannya ada sebuah klenteng dan kontrakan yang berjejer rapi.

Hingga kedatanganku pun membuat diriku berimajinasi. Andai saja, diriku ini menjadi Menteri Pendidikan aku renovasi bangunan-bangunan lama agar anak-anak nyaman mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Juga aku perhatikan perpustakaan sekolahnya. Apakah ada buku-buku yang diperlukan anak-anak. Atau rak buku yang sudah harus ditanggalkan dan diganti yang baru. Juga membiasakan anak-anak untuk selalu membaca hingga menulis.

Karena nyatanya membaca memang mampu menjadi senjata terhebat yang pernah ada. Karena membaca memampukan kita untuk menulis. Karena membaca mampu mendobrak segala ketidaktahuan. Karena membaca mampu menembus dimensi ruang dan waktu untuk terus membangun imajinasi mereka. Karena membaca pula mereka bisa berarti untuk yang lainnya.

Jakarta, 06 Mei 2016
Wayan Ayu. W

Tidak ada komentar:

Posting Komentar