Kamis, 28 April 2016

Langit Beraksara

Yang aku tahu rindu ini kian nyata, mendobrak batas pertahanan yang telah aku bangun. Mengobrak-abrik rasa yang sudah tertata, bahkan mencabik hingga ke ulu.

Rasanya, ingin aku tepis rindu yang menderu. Tapi sayang, semakin aku mencobanya, semakin kuat rindu ini menyeruak. Menguar, hingga meluluh lantakkan segalanya.

Andai aku mampu, ingin rasanya aku balaskan rindu ini. Namun, lagi-lagi aku terlalu lemah untuk melakukannya. Bahkan sedikitpun aku tak memiliki nyali untuk melakukannya. Kau menang, kau berhasil menghancurkan dinding pertahananku.

Sedang aku di sini, terpekur bersama rindu yang semakin memburu. Tersungkur bersama rasa yang kian nyata.

Meski nyatanya bentangan jarak menjadi pemisah antara kau dan aku. Aku selalu berharap kita memandang langit yang sama sembari merapal untaian doa kepada Yang Maha Kuasa. Agar Dia berbaik hati menyatukan kita dengan cara dan waktu yang tepat.

Teruntuk engkau yang selalu berhasil membuatku merindu.

Jakarta, 28 April 2016
Wayan Ayu W.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar