Kamis, 17 September 2015

Isak Tangis Di Tanah Palestina

Malam menyapa, disini kita terlelap beralaskan lautan busa nan empuk, memeluk guling, menggenggam gadget,
Tertawa untuk banyak hal tak berguna...
Hingga semua kenyamanan itu terkadang melenakan!

Membuat mata enggan melihat ke lain arah.
Enggan menoleh ke arah mereka,
Mereka yang setiap malam tidur beralas batu,
Mereka yang kenyamanannya terenggut paksa, di tanah air nya sendiri,
Mereka!
Ya mereka, pejuang jihad di bumi Palestina juga bumi Suriah,,,

Saat kita terisak,
Menangisi hati yang patah,
Sibuk dengan urusan luka di kalbu,
Mereka disana juga terisak,
Melihat Al Aqsa diinjak yahudi laknatullah,
Bukan urusan hati yang mereka tangisi,
Tapi luka menganga karena tanah airnya berubah menjadi lautan darah para syuhada.

Saat kita sibuk menggenggam gadget,
Sibuk menghamburkan uang,
Sibuk membuang-buang waktu,
Merekapun turut sibuk,
Sibuk menggenggam senjata,
Apa saja yang ada di depan mata,
Sibuk menata hati yang lukanya terus berdarah,
Seiring kepergian orang tercinta,

Bom itu!
Bunyi senapan itu!
Dengung pesawat musuh berputar-putar!
Bergemuruh!
Getarkan tanah Palestina, juga Suriah.
Puing-puing berserakan, reruntuhan bangunan, juga puing-puing luka dan isak tangis membaur dalam satu titik temu.

Anak kecil kehilangan sosok ayah,
Bayi menangis, menjerit!
Ibunya turut menangis, tertahan!
Ada ketakutan disana,
Ada kesedihan disana,
Ada kesakitan juga kepiluan.
Tapi kaki mereka tetap berpijak pasti,
Bersama perjuangan yang tak terhenti.
Demi Al Aqsa!
Demi tanah airnya!
Mereka kokoh berdiri,
Takbir bergema,
Langkah mereka tak surut,
Mereka tak berharap banyak pada kita,
Hanya doa!

Tak bisakah, sejenak saja,
Mari, tundukan kepala,
Sekejap saja,
Khusyuk meminta,
Syahdu mengadu,

Allah, lindungi saudaraku.
Allah, selamatkan saudaraku.
Allaah, merdekakan tanah Al Aqsa.
Allaah, peluk Palestina dan Suriah dengan kasihMu.
Aku memohon, dalam getar doa nan tulus.
Bagi mereka, SAUDARAKU!


@wayan_ayoe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar