Gurat wajah itu makin terlihat.
Ada getir dalam senyum manisnya.
Senyum yang menenangkan.
Bahkan tenangnya telaga tak mampu kalahkan ketenangan senyum itu.
Senyum yang selalu ku rindukan, setiap detiknya...
Bahkan hingga saat ini...
Tubuh itu kini mulai rapuh.
Tapi,,,
Ia tak pernah sedikitpun mengeluh.
Lagi-lagi hanya tersenyum.
Gurat senyum itu tak pernah hilang.
Meski getir tapi menyejukkan.
Layaknya hamparan bintang di pekat malam.
Senyum itu hampir sepenuhnya seperti perban.
Tertutup, bahkan sangat rapat.
Letih bertahun-tahun hidup dengan banyak kesabaran.
Lelah bertahun-tahun merasakan asam manis kehidupan.
Bertahun-tahun hidup dengan penuh ketegaran.
Tak pernah sedikitpun ia hadirkan pilu dalam raut wajahnya,
Hanya senyum manis yang terlukis.
Sangat menenangkan
Bahkan selalu ku rindukan.
Ayah,,,
Ibu,,,
Sehat selalu ya,
Doakan anakmu,
Doakan agar ilmu yang kuperoleh cukup untuk membawa kalian menuju jannah-Nya :')
Aamiin
Kaliurang, 29 September 2015
@wayan_ayoe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar